• Privacy Policy
  • Contact Us
No Result
View All Result
Jumat, April 24, 2026
FITRA RIAU
Advertisement
PODCAST
BELA ANGGARAN
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
No Result
View All Result
FITRA RIAU
No Result
View All Result

Fitra Riau Menaja FGD tentang Penguatan Peran Perempuan Desa Sekitar Migas dalam Mengatasi Ketimpangan menuju Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan

April 14, 2026
in Diskusi dan Lokakarya

Bumi Riau menyimpan kekayaan alam yang seolah tak ada habisnya. Namun, di balik megahnya kilang-kilang dan melimpahnya cadangan minyak dan gas (migas), sebuah ironi masih menyelimuti desa-desa yang berdiri di atas lumbung energi tersebut. Menjawab realitas pahit ini, FITRA Riau mengambil langkah inisiatif dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang berpusat pada strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa migas.

Lebih dari sekadar diskusi, forum ini lahir menjadi ruang refleksi mendalam sekaligus arena konsolidasi lintas organisasi masyarakat sipil. Berbagai elemen penting hadir mengawal isu ini, mulai dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LPESM), Perkumpulan Elang, WALHI Riau, hingga Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Riau. Duduk bersama, mereka membedah benang kusut tantangan di lapangan dan meramu langkah strategis yang lebih membumi dan berkelanjutan.

Paradoks Dana Bagi Hasil dan Tuntutan Pendekatan Akar Rumput

Diskusi ini membahas isu ketimpangan. Kabupaten Bengkalis menjadi salah satu potret nyata bagaimana tingginya pendapatan daerah belum berbanding lurus dengan kualitas hidup warganya. Meskipun Dana Bagi Hasil (DBH) sektor migas mendominasi sekitar 50 hingga 57 persen dari total pendapatan daerah, angka fantastis tersebut nyatanya belum sepenuhnya menetes ke akar rumput. Masyarakat desa masih harus bergulat dengan persoalan mendasar. Akses terhadap pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang memadai, hingga kualitas lingkungan yang sehat masih menjadi “barang mewah” yang sulit dijangkau.

Koordinator FITRA Riau, Tarmizi, memberikan penekanan kuat bahwa besarnya kontribusi sektor ekstraktif ini tidak boleh berhenti sekadar menjadi deretan angka statistik di atas kertas.

“DBH migas harus menjadi alat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, terutama perempuan yang selama ini berada di posisi paling rentan,” tegas Tarmizi, menuntut agar kebijakan redistribusi DBH benar-benar  menjadi instrumen keadilan sosial.

Pengalaman empiris dari para pendamping lapangan turut memperkaya diskursus ini. Hingga detik ini, setidaknya delapan komunitas perempuan dengan total 120 anggota telah didampingi untuk merintis kemandirian ekonomi di sektor pertanian, peternakan, hingga UMKM. Sayangnya, napas perjuangan ini kerap tersengal akibat benturan klasik: keterbatasan akses permodalan, kebuntuan pasar, dan minimnya penguatan kapasitas manajerial kelompok.

Menyikapi hal ini, Woro Supartinah dari LPESM mengingatkan bahaya laten dari program pemberdayaan yang bersifat top-down atau instruksi dari atas. Baginya, pendekatan harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. “Program harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar diturunkan dari atas,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Fachrul Adam dari Perkumpulan Elang  menilai, semangat masyarakat akan mudah padam tanpa adanya intervensi kebijakan yang menyentuh aspek hilirisasi, seperti inovasi produk dan pembukaan akses pasar.

Mendobrak Hambatan Struktural, Merajut Kesejahteraan Inklusif

Dimensi permasalahan di desa migas ternyata tidak hanya berputar pada urusan ekonomi, tetapi juga kedaulatan atas ruang hidup. Tengku M. Ibrahim dari WALHI Riau membongkar akar persoalan di wilayah adat, seperti yang dialami oleh komunitas Sakai. Bagi mereka, ancaman terbesar adalah hilangnya akses terhadap tanah leluhur.

“Masalah utamanya adalah akses. Masyarakat belum memiliki ruang yang cukup untuk mengelola lahannya sendiri,” jelas Ibrahim. Ia menambahkan bahwa himpitan ini memicu konflik multidimensi tidak hanya antara warga dengan korporasi, tetapi juga gesekan antarsesama warga yang memperebutkan sisa sumber daya.

Di tengah persoalan agraria dan ekonomi, perempuan kembali menjadi pihak yang paling termarjinalkan. Herlia Santi dari PPSW Riau mengungkapkan ketimpangan gender yang masih mengakar kuat di desa-desa migas. Perempuan terus membentur tembok struktural, baik dalam mencari celah ekonomi maupun saat mencoba menyuarakan aspirasi. “Perempuan seringkali hanya dilibatkan sebagai pelengkap, bukan sebagai pengambil keputusan,” tegas Herlia, menyoroti ironi di mana perempuan dituntut menopang ekonomi keluarga.

FGD ini mengungkap sebuah realitas penting bahwa pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang migas bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Kompleksitas tantangan mulai dari sengketa lahan, dinamika konflik internal kelompok, hingga munculnya skeptisisme masyarakat terhadap program pendampingan menunjukkan bahwa pendekatan yang bersifat instan dan sesaat tidak akan efektif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih komprehensif melalui pendekatan sosial yang mendalam, partisipatif, dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pesan yang digaungkan sangat jelas,  pemberdayaan ekonomi di desa migas harus dilakukan secara terintegrasi. Hal ini membentang dari transparansi pengelolaan DBH migas, pendampingan warga, hingga penempatan perempuan sebagai aktor sentral pembangunan.

Harapan besar pada hasil diskusi ini sebagai amunisi untuk mendesak lahirnya kebijakan yang lebih adil dan bertransformasi menjadi kesejahteraan yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat di tingkat tapak.

ShareTweetSend

Info Terkait

FITRA Riau Dorong Perbaikan Tata Kelola PI Migas, Soroti Transparansi dan Dampaknya bagi Masyarakat
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Dorong Perbaikan Tata Kelola PI Migas, Soroti Transparansi dan Dampaknya bagi Masyarakat

April 21, 2026
1
Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah,  FITRA Riau Dorong Tata Kelola Transisi Energi Berkeadilan
Diskusi dan Lokakarya

Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah, FITRA Riau Dorong Tata Kelola Transisi Energi Berkeadilan

Maret 5, 2026
8
Koordinasi dan Sosialisasi Program Tata Kelola Sumber Daya Alam untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa–Desa Penghasil Migas di Kabupaten Bengkalis
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Sosialisasi Program Tata Kelola SDA untuk Kesejahteraan Desa Penghasil Migas di 3 desa kabupaten Bengkalis

Februari 12, 2026
12
FITRA Riau Bersama HWDI Riau Dorong Layanan Kesehatan Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas.
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Bersama HWDI Riau Dorong Layanan Kesehatan Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas.

Februari 6, 2026
13
Next Post
FITRA Riau Dorong Perbaikan Tata Kelola PI Migas, Soroti Transparansi dan Dampaknya bagi Masyarakat

FITRA Riau Dorong Perbaikan Tata Kelola PI Migas, Soroti Transparansi dan Dampaknya bagi Masyarakat

Diskusi dan Lokakarya

Gelar Diskusi, Fitra Tampung Gagasan Para Akademisi Untuk Kajian Pengetasan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan DBH-Migas

Maret 21, 2023
121

3 Desa Sekitar Sumur Migas di Bengkalis,“Ikuti Sosialisasi Pemanfaatan DBH Migas & Akuntabilitas CSR”

Maret 10, 2023
132

Disambut dengan hangat, Fitra sampaikan Sosialisasi Program di Desa Koto Tandun

Maret 10, 2023
37

Dua Desa di Kabupaten Pelalawan Menjadi Sasaran Program Optimalisasi DBH-Migas

Maret 9, 2023
141

Pemdes Bonai, Apresiasi FITRA adakan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Migas dan Peningkatan Akuntabilitas Sosial “CSR” untuk penanggulangan kemiskinan.

Maret 8, 2023
52

Pendampingan

Penyambutan Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Masyarakat UNRI di FITRA Riau:

Mahasiswa Pendidikan Kemasyarakatan FKIP UNRI Magang di Fitra Riau:Perkuat Peran dalam Pembelajaran Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Februari 25, 2025
24

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNRI Magang di FITRA Riau: Mengasah Keterampilan dalam Memahami Tata Kelola Anggaran dan Transparansi Anggaran Publik.

Februari 24, 2025
79

Mahasiswa FKIP UNRI Rampungkan Magang di Fitra Riau, Siap Berkontribusi untuk Masyarakat

November 5, 2024
12

GELAR WORKSHOP, FITRA DAMPINGI DPMD DALAM PROSES VERIFIKASI PENILAIAN KINERJA DESA TAHUN 2024

Oktober 22, 2024
17

Fitra Riau memberikan Bantuan Pertanian Untuk peningkatkan Pemberdayaan Perempuan di Desa Bumbung

Oktober 27, 2023
40

Sekretariat Fitra Riau

Jl. Rw. Indah, Sidomulyo Bar., Kec. Tampan,
Kota Pekanbaru, Riau 28294

Hubungi Kami

Tertarik berkerjasama dengan kami hubungi kami:
No. Telepon: ………
Email: …………

Layanan Pengaduan

Jika menemukan masalah pelayanan publik, dugaan korupsi Hubungi Kami




© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English

© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.