• Privacy Policy
  • Contact Us
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 8, 2026
FITRA RIAU
Advertisement
PODCAST
BELA ANGGARAN
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
No Result
View All Result
FITRA RIAU
No Result
View All Result

Optimalisasi PAD Daerah

Rilis Fitra

Juni 29, 2026
in Editorial dan Opini

FITRA Riau menilai bahwa struktur PAD Provinsi Riau Tahun 2026 masih sangat bergantung pada penerimaan pajak daerah. Dari target PAD sebesar Rp5,42 triliun, sekitar Rp3,99 triliun atau 73,6 persen bersumber dari pajak daerah. Sementara kontribusi retribusi daerah hanya sebesar Rp14,3 miliar atau sekitar 0,26 persen dari total PAD. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan fiskal daerah masih ditopang oleh sumber penerimaan yang sangat terbatas, sehingga apabila realisasi pajak tidak mencapai target maka akan berdampak langsung terhadap kapasitas pembiayaan pembangunan daerah.

Hingga semester I tahun 2026, realisasi pajak daerah baru mencapai Rp733,74 miliar atau sekitar 18,37 persen dari target tahunan sebesar Rp3,99 triliun. Capaian tersebut masih relatif rendah mengingat tahun anggaran telah memasuki pertengahan tahun. Dengan sisa waktu enam bulan, pemerintah daerah harus bekerja lebih keras untuk mendorong intensifikasi dan optimalisasi pajak daerah agar target yang telah ditetapkan dalam APBD dapat tercapai.

Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ruang fiskal daerah semakin tertekan akibat kebijakan efisiensi dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dalam kondisi tersebut, pajak daerah menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan pelayanan publik dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan, memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mempercepat digitalisasi sistem pemungutan agar potensi penerimaan yang ada dapat dioptimalkan.

Sementara itu, dari sektor retribusi daerah, realisasi hingga Juni 2026 baru mencapai sekitar 25 persen dari target Rp14,3 miliar. Meskipun kontribusinya relatif kecil terhadap PAD, capaian tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan dari sektor retribusi. Retribusi pada dasarnya merupakan pungutan atas jasa layanan dan pemanfaatan aset yang disediakan pemerintah daerah. Artinya, target yang telah ditetapkan dalam APBD seharusnya didasarkan pada potensi objek retribusi yang nyata dan dapat dipungut.

“Ketergantungan PAD Riau terhadap pajak daerah masih sangat tinggi, mencapai hampir 74 persen dari total target PAD 2026. Namun hingga semester pertama realisasinya baru 18,37 persen. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena pajak merupakan tulang punggung keuangan daerah di tengah berkurangnya transfer pusat. Pada saat yang sama, rendahnya realisasi retribusi menunjukkan masih adanya potensi yang belum tergali dan kemungkinan kebocoran penerimaan daerah yang perlu segera dibenahi melalui penguatan tata kelola, digitalisasi, dan pengawasan pendapatan daerah.”

FITRA Riau menilai rendahnya realisasi pajak dan retribusi tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi atau aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat mengindikasikan belum optimalnya tata kelola pendapatan daerah. Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap basis data objek pajak dan retribusi, efektivitas sistem pemungutan, serta kapasitas pengawasan terhadap potensi penerimaan yang belum tergali.

Selain itu, rendahnya capaian pendapatan juga perlu menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk menelusuri potensi kebocoran PAD. Kebocoran dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari objek pajak dan retribusi yang belum terdata, pelaporan yang tidak sesuai dengan kondisi riil, lemahnya pengawasan transaksi, hingga praktik pemungutan yang tidak tercatat dalam sistem penerimaan daerah. Jika potensi kebocoran ini tidak segera ditangani, maka pemerintah akan terus kehilangan ruang fiskal yang seharusnya dapat digunakan untuk membiayai pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur daerah.

Karena itu, FITRA Riau mendorong Pemerintah Provinsi Riau untuk melakukan audit potensi PAD secara berkala, memperkuat digitalisasi dan integrasi data pendapatan daerah, serta meningkatkan transparansi realisasi penerimaan kepada publik. Langkah ini penting agar target PAD tidak hanya menjadi angka dalam APBD, tetapi benar-benar dapat diwujudkan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah ketidakpastian transfer pusat dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.

 

Narasumber; Tarmidzi (Koordinator Fitra Riau)

ShareTweetSend

Info Terkait

Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI): Kunci Pembangunan Inklusif dan Adil Gender di Riau
Editorial dan Opini

Atas Temuan Mark-up Seragam Sekolah SMA di Riau

Juli 5, 2026
9
Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI): Kunci Pembangunan Inklusif dan Adil Gender di Riau
Editorial dan Opini

Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI): Kunci Pembangunan Inklusif dan Adil Gender di Riau

Januari 28, 2026
71
“Ketika Desentralisasi Kehilangan Makna”
Editorial dan Opini

“Ketika Desentralisasi Kehilangan Makna”

Januari 6, 2026
233
M.Syahrudin
Editorial dan Opini

Dampak Pemangkasan TKD terhadap Pembangunan Desa

Oktober 13, 2025
370
Next Post
Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI): Kunci Pembangunan Inklusif dan Adil Gender di Riau

Atas Temuan Mark-up Seragam Sekolah SMA di Riau

Diskusi dan Lokakarya

Gelar Diskusi, Fitra Tampung Gagasan Para Akademisi Untuk Kajian Pengetasan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan DBH-Migas

Maret 21, 2023
151

3 Desa Sekitar Sumur Migas di Bengkalis,“Ikuti Sosialisasi Pemanfaatan DBH Migas & Akuntabilitas CSR”

Maret 10, 2023
176

Disambut dengan hangat, Fitra sampaikan Sosialisasi Program di Desa Koto Tandun

Maret 10, 2023
49

Dua Desa di Kabupaten Pelalawan Menjadi Sasaran Program Optimalisasi DBH-Migas

Maret 9, 2023
170

Pemdes Bonai, Apresiasi FITRA adakan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Migas dan Peningkatan Akuntabilitas Sosial “CSR” untuk penanggulangan kemiskinan.

Maret 8, 2023
57

Pendampingan

Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan di Wilayah Migas, FITRA Riau Laksanakan Pemetaan Potensi dan Pembentukan Kelompok Perempuan di Bengkalis

Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan di Wilayah Migas, FITRA Riau Laksanakan Pemetaan Potensi dan Pembentukan Kelompok Perempuan di Bengkalis

Mei 7, 2026
23

Mahasiswa Pendidikan Kemasyarakatan FKIP UNRI Magang di Fitra Riau:Perkuat Peran dalam Pembelajaran Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Februari 25, 2025
44

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNRI Magang di FITRA Riau: Mengasah Keterampilan dalam Memahami Tata Kelola Anggaran dan Transparansi Anggaran Publik.

Februari 24, 2025
100

Mahasiswa FKIP UNRI Rampungkan Magang di Fitra Riau, Siap Berkontribusi untuk Masyarakat

November 5, 2024
20

GELAR WORKSHOP, FITRA DAMPINGI DPMD DALAM PROSES VERIFIKASI PENILAIAN KINERJA DESA TAHUN 2024

Oktober 22, 2024
27

Sekretariat Fitra Riau

Jl. Rw. Indah, Sidomulyo Bar., Kec. Tampan,
Kota Pekanbaru, Riau 28294

Hubungi Kami

Tertarik berkerjasama dengan kami hubungi kami:
No. Telepon: ………
Email: …………

Layanan Pengaduan

Jika menemukan masalah pelayanan publik, dugaan korupsi Hubungi Kami




© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English

© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.