• Privacy Policy
  • Contact Us
No Result
View All Result
Rabu, Oktober 7, 2026
FITRA RIAU
Advertisement
PODCAST
BELA ANGGARAN
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
No Result
View All Result
FITRA RIAU
No Result
View All Result

FITRA Riau Dorong Pemkab Pelalawan Perkuat Pembiayaan Lanskap Lestari

September 8, 2026
in Diskusi dan Lokakarya

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau mendorong Pemerintah Kabupaten Pelalawan memperkuat pembiayaan pembangunan lanskap lestari melalui perencanaan dan penganggaran daerah. Dorongan tersebut disampaikan dalam Lokakarya Hasil Studi Anggaran Mendukung Lanskap Lestari di Kabupaten Pelalawan yang diselenggarakan FITRA Riau bersama  pemangku berkepentingan di Kab. Pelalawan, kegiatan ini dilaksanakan di kantor Bupati Kabupaten Pelalawan Pangkalan Kerinci, Selasa (8/9/2026).

Lokakarya ini menjadi bagian dari upaya FITRA Riau untuk mendorong penguatan kebijakan anggaran yang lebih konsisten, terarah, dan mendukung keberlanjutan lanskap. Melalui pemaparan hasil studi dan diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan serta mitra masyarakat sipil, kegiatan ini merumuskan sejumlah rekomendasi, termasuk penguatan belanja untuk karhutla dan ekonomi hijau, pemetaan sumber pendanaan non-APBD, penyusunan RAD Pelalawan Sejuk, serta penguatan koordinasi lintas OPD dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan lanskap lestari.

Memotret Lima Tahun Anggaran Lanskap Lestari

Dalam lokakarya tersebut, Koordinator FITRA Riau, Tarmizi, memaparkan potret lima tahun APBD 2021–2025. Total anggaran yang ter-tagging untuk lanskap lestari tercatat naik dari Rp147 miliar pada 2021 menjadi Rp202 miliar pada 2022, kemudian bergerak hingga Rp108 miliar pada 2025. Proporsi nilai lingkungan terhadap total belanja daerah tercatat 8,59 persen pada 2022 dan 3,44 persen pada 2025 — menjadi bahan evaluasi bersama untuk perencanaan ke depan.

“Hasil tagging menunjukkan alokasi anggaran cenderung besar pada perlindungan ekosistem dan pengelolaan gambut. Porsi belanja lanskap lestari sekitar empat persen, dengan alokasi sekitar Rp350 miliar dalam lima tahun terakhir,” ujar Tarmizi. Ia menekankan pentingnya mempertahankan belanja daerah yang lebih konsisten, khususnya untuk isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ekonomi hijau, dan memperkuat kerja sama antar-OPD karena isu lanskap bersifat lintas sektor.

Karhutla dan Ekonomi Hijau Jadi Perhatian Bersama

Studi juga memotret sebaran alokasi antar-area lanskap. Perlindungan ekosistem tercatat dengan rata-rata 37,3 persen, sementara alokasi untuk ekonomi hijau dan masyarakat serta tata kelola lingkungan menurun masing-masing 61,9 persen dan 89,4 persen. Dari sisi kesenjangan pendanaan, pencegahan karhutla teralokasi Rp6,77 miliar dari kebutuhan Rp10,23 miliar (gap −34 persen), dan ekonomi hijau Rp8,70 miliar dari kebutuhan Rp12,84 miliar (gap −32 persen) — keduanya menjadi perhatian untuk diprioritaskan.

Temuan ini menjadi perhatian mengingat Pelalawan menghadapi tekanan ekologis yang meningkat: luas karhutla pada 2026 mencapai 4.629,39 hektare, tertinggi kedua di Riau. Sementara itu pertumbuhan ekonomi naik dari 4,36 persen (2024) menjadi 4,96 persen (2025), dengan tingkat kemiskinan 7,24 persen atau sekitar 43.490 jiwa — pemerataan hasil pembangunan masih menjadi pekerjaan bersama.

Pemkab Tegaskan Komitmen Pelalawan Sejuk

Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan, Tengku Zulfan, yang membuka lokakarya, menegaskan komitmen daerah melalui program Pelalawan Sejuk. “Kabupaten Pelalawan memiliki potensi besar dalam penerapan lanskap lestari. Kekayaan alam yang luas juga menjadi tanggung jawab besar dalam pengelolaan dan perlindungan lahan,” katanya.

Kepala Bappeda Pelalawan, Tengku Syukron, mengungkapkan sekitar 70 persen perekonomian daerah masih bergantung pada alam, sehingga arah pembangunan perlu terus diselaraskan dengan tetap memanfaatkan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam. Ia juga menyampaikan kapasitas fiskal masih ditopang Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) yang semakin terbatas, sementara dana Transfer Anggaran berbasis Ekologi (TAPE) dalam dua tahun terakhir masih kosong dan diupayakan kembali tersedia pada 2027. Hutan alam yang tersisa sekitar 301 ribu hektare diharapkan terus terjaga, antara lain lewat rencana penanaman 1.000 pohon endemik dan pengembangan aren.

Praktik Baik OPD hingga Modul Tagging

Sejumlah OPD turut menyampaikan klarifikasi dan praktik baik. Dinas PMD menyebut 1 persen pagu Alokasi Dana Desa (ADD) dialokasikan sebagai dana stimulan lingkungan hidup — mulai dari reboisasi, bank sampah, hingga posko bencana — sebagai bentuk reward bagi desa. Dinas PUPR mencatat alokasi tagging yang cukup besar, antara lain untuk penahan tebing, sekaligus membantu OPD lain seperti penggalian lubang untuk penanaman 5.000 pohon. Dinas Pariwisata mengembangkan 25 homestay untuk mendukung Festival Ombak Bono yang terbukti mendongkrak pendapatan warga. Sementara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Damkar menegaskan komitmen menjalankan program meski di tengah keterbatasan fiskal.

Dari sisi metodologi, Inspiratif memperkenalkan modul tagging anggaran lanskap lestari sebagai panduan sederhana dan konsisten bagi OPD — untuk mengidentifikasi gap, menentukan prioritas, dan mendorong kolaborasi. Perwakilan SPLP, Ratna, mengusulkan agar dana pihak ketiga dan sumber non-APBD di-tagging secara terpisah. “Pemisahan tersebut dapat menunjukkan bahwa Kabupaten Pelalawan tidak berjalan sendiri dalam mendukung lanskap lestari,” ujarnya.

Tujuh Rekomendasi Disepakati

Lokakarya yang diikuti sekitar 20 peserta dari unsur Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan mitra masyarakat sipil menyepakati tujuh rekomendasi dan rencana tindak lanjut, yaitu mempertahankan konsistensi belanja daerah, khususnya untuk penanganan karhutla dan pengembangan ekonomi hijau; mendorong agar alokasi dana TAPE kembali mengalir ke daerah, termasuk untuk tahun 2027; memetakan sumber pendanaan non-APBD seperti CSR, DBH Sawit, dana desa, dan kerja sama pihak ketiga; mendorong penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelalawan Sejuk; memperkuat kolaborasi lintas OPD; menggunakan modul tagging sebagai panduan tagging pada tahun berikutnya; serta melaksanakan tagging lintas OPD dan penyelarasan data anggaran. “Kajian ini dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya kekosongan maupun tumpang tindih anggaran. Lokakarya diharapkan menghasilkan catatan, saran, dan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan,” ujar fasilitator kegiatan, Gusmansyah dari FITRA Riau.

Studi ini menganalisis APBD Kabupaten Pelalawan periode 2021–2025 menggunakan metode landscape budget tagging, yaitu menilai kualitas dan kuantitas anggaran berdasarkan tujuan dan output yang berdampak langsung pada keberlanjutan lanskap. Hasil analisis menunjukkan total belanja untuk lanskap lestari yang tersebar pada 11 OPD mencapai sekitar Rp350,9 miliar, dengan alokasi terbesar berada pada Dinas Pertanian/Perkebunan sebesar 33,2 persen, Dinas PUPR sebesar 29,6 persen, dan Dinas Ketahanan Pangan sebesar 14,1 persen. Temuan tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat konsistensi, koordinasi, dan penyelarasan penganggaran agar pembangunan Pelalawan Sejuk dapat didukung secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Penulis: Gusmansyah

ShareTweetSend

Info Terkait

FITRA Riau dorong Penguatan Tata Kelola Persampahan Kota Pekanbaru melalui Skema Insentif Kinerja Ekologi (IKE).
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau dorong Penguatan Tata Kelola Persampahan Kota Pekanbaru melalui Skema Insentif Kinerja Ekologi (IKE).

September 17, 2026
5
Pastikan Manfaat Migas Sampai ke Desa PenghasiI, FITRA Riau Dan Dinas PMD Matangkan Ranperbub Bantuan Khusus Afirmasi
Diskusi dan Lokakarya

Pastikan Manfaat Migas Sampai ke Desa PenghasiI, FITRA Riau Dan Dinas PMD Matangkan Ranperbub Bantuan Khusus Afirmasi

September 14, 2026
6
FITRA Riau Dorong Redistribusi DBH Migas untuk Desa Penghasil di Kabupaten Bengkalis
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Dorong Redistribusi DBH Migas untuk Desa Penghasil di Kabupaten Bengkalis

Agustus 13, 2026
9
Diseminasi Hasil Kajian : FITRA Riau dan FISIP UNRI Dorong Tata Kelola Participating Interest (PI) Migas untuk Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan di Daerah Penghasil
Diskusi dan Lokakarya

Diseminasi Hasil Kajian : FITRA Riau dan FISIP UNRI Dorong Tata Kelola Participating Interest (PI) Migas untuk Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan di Daerah Penghasil

Agustus 10, 2026
11
Next Post
Pastikan Manfaat Migas Sampai ke Desa PenghasiI, FITRA Riau Dan Dinas PMD Matangkan Ranperbub Bantuan Khusus Afirmasi

Pastikan Manfaat Migas Sampai ke Desa PenghasiI, FITRA Riau Dan Dinas PMD Matangkan Ranperbub Bantuan Khusus Afirmasi

Diskusi dan Lokakarya

Gelar Diskusi, Fitra Tampung Gagasan Para Akademisi Untuk Kajian Pengetasan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan DBH-Migas

Maret 21, 2023
151

3 Desa Sekitar Sumur Migas di Bengkalis,“Ikuti Sosialisasi Pemanfaatan DBH Migas & Akuntabilitas CSR”

Maret 10, 2023
174

Disambut dengan hangat, Fitra sampaikan Sosialisasi Program di Desa Koto Tandun

Maret 10, 2023
48

Dua Desa di Kabupaten Pelalawan Menjadi Sasaran Program Optimalisasi DBH-Migas

Maret 9, 2023
170

Pemdes Bonai, Apresiasi FITRA adakan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Migas dan Peningkatan Akuntabilitas Sosial “CSR” untuk penanggulangan kemiskinan.

Maret 8, 2023
57

Pendampingan

Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan di Wilayah Migas, FITRA Riau Laksanakan Pemetaan Potensi dan Pembentukan Kelompok Perempuan di Bengkalis

Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan di Wilayah Migas, FITRA Riau Laksanakan Pemetaan Potensi dan Pembentukan Kelompok Perempuan di Bengkalis

Mei 7, 2026
23

Mahasiswa Pendidikan Kemasyarakatan FKIP UNRI Magang di Fitra Riau:Perkuat Peran dalam Pembelajaran Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Februari 25, 2025
44

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNRI Magang di FITRA Riau: Mengasah Keterampilan dalam Memahami Tata Kelola Anggaran dan Transparansi Anggaran Publik.

Februari 24, 2025
100

Mahasiswa FKIP UNRI Rampungkan Magang di Fitra Riau, Siap Berkontribusi untuk Masyarakat

November 5, 2024
20

GELAR WORKSHOP, FITRA DAMPINGI DPMD DALAM PROSES VERIFIKASI PENILAIAN KINERJA DESA TAHUN 2024

Oktober 22, 2024
27

Sekretariat Fitra Riau

Jl. Rw. Indah, Sidomulyo Bar., Kec. Tampan,
Kota Pekanbaru, Riau 28294

Hubungi Kami

Tertarik berkerjasama dengan kami hubungi kami:
No. Telepon: ………
Email: …………

Layanan Pengaduan

Jika menemukan masalah pelayanan publik, dugaan korupsi Hubungi Kami




© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English

© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.