• Privacy Policy
  • Contact Us
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
FITRA RIAU
Advertisement
PODCAST
BELA ANGGARAN
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
No Result
View All Result
FITRA RIAU
No Result
View All Result

Roadshow DPRD Riau Menagih Komitmen Kebijakan Daerah Pro Disabilitas

Februari 10, 2022
in Diskusi dan Lokakarya, Riset dan Advokasi

(FR-2022)- Fitra Provinsi Riau bersama Insan Berguna Nusantara (IBNU) dan organisasi pendamping penyandang disabilitas menggelar pertemuan dengan anggota DPRD Riau, Ade Hartati. Pertemuan itu membicarakan terkait dengan persoalan disabilitas yang berkembang di Riau saat ini, termasuk juga komitmen kebijakan daerah terhadap penyandang disabilitas. Organisasi disabilitas yang terlibat yaitu PPDI, HWDI, FKKADK, Gerkatin Riau dan Kutilang.

Tepatnya tahun 2013, Pemerintah Provinsi Riau telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 18 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Disabilitas. Aturan tersebut tentu sebagai wujud dari komitmen pemerintah Riau yang secara khusus memperhatikan penyandang disabilitas di Riau. Namun, berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan oleh organisasi-organisasi yang konsen di isu ini, terdapat beberapa persoalan yang sejauh ini belum mendapatkan perhatian secara baik oleh Pemerintah Daerah. 

Seperti belum adanya layanan Pendidikan yang inclusive di Provinsi Riau, Fasilitas Kesehatan yang memadai, serta aksesibilitas yang mendukung Penyandang Disabilitas (PD) Yang masih rendah. Lebih jauh, komitmen kebijakan anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah Riau juga masih sangat minim. Meskipun melalui Perda 18/2013 Pemerintah Riau diwajibkan mengalokasikan minimal  satu persen dari APBD untuk mendukung perlindungan dan pemberdayaan disabilitas. 

Selain masih minim, konsentrasi kekhususan anggaran untuk prioritas PD tersebut juga masih terkonsentrasi pada aspek tertentu, seperti olahraga. Sementara pada aspek lainnya belum mendapatkan perhatian yang maksimal. Persoalan disabilitas lainnya yang harus menjadi perhatian adalah mengenai pendataan. Sejauh ini Riau belum memiliki data yang valid tentang jumlah by name / by address PD di Provinsi Riau. Hal itu juga akibat dari kurang seriusnya pemerintah dalam melakukan program dan kegiatan terkait itu. 

Dari persoalan – persoalan itu, organisasi yang bergerak pada isu disabilitas ini menginginkan agar adanya kebijakan yang lebih konkrit dan pro terhadap disabilitas di Riau. Salah satunya adalah Revisi Perda dengan menyesuaikan dengan UU 8 tahun 2016 tentang Disabilitas. Kemudian memastikan warga disabilitas mendapatkan perlindungan atas hak layanan dasar yang lebih adil. Serta mendorong komitmen anggaran yang memadai untuk mendukung pemberdayaan dan perlindungan disabilitas.

Menanggapi masukan dan penyampaian dari perwakilan organisasi disabilitas, Ade Hartati menjelaskan tentang komitmennya untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah Riau. Baik dari aspek program dan kegiatan termasuk kebijakan anggaran yang selama ini dialokasikan oleh Provinsi Riau.

Untuk layanan Kesehatan, ia meminta kepada organisasi penyandang disabilitas untuk mendata secara riil. Apakah warga PD itu telah masuk dalam program jaminan Kesehatan (BPJS) yang biaya dibayarkan oleh pemerintah daerah. Ade Hartati menjelaskan, bahwa sejauh ini ada ratusan ribu warga se Riau yang di cover BPJSnya oleh pemerintah daerah, yang tidak dicover oleh pemerintah pusat melalui APBN. Kebijakan jaminan Kesehatan ini harus dimanfaatkan dengan memastikan kelompok PD harus terdaftar sepenuhnya di program ini. 

Untuk aspek pendidikan, memang diakui belum ada tempat Pendidikan skala dasar dan menengah yang telah menerapkan praktek pendidikan inklusif. Sehingga menjadi PR pemerintah untuk memastikan tersedianya fasilitas layanan Pendidikan itu. Namun meski diketahui kewenangan untuk SD- SMP adalah kewenangan Kab/Kota. Sementara Provinsi hanya menangani di tingkat SMA.

Sebagai anggota DPRD, Ade Hartati sangat miris melihat perkembangan kebijakan saat ini. Ada hal-hal yang prioritas namun belum ditangani dengan baik, namun pemerintah justru mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan yang semestinya belum prioritas. Sehingga masukan-masukan ini menjadi penting bagi anggota DPRD untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan daerah terkait dengan disabilitas ini. 

Sebagai kesimpulan dari pertemuan ini, disepakati beberapa catatan penting untuk ditindaklanjuti bersama. Yaitu; (1) organisasi penyandang disabilitas melengkapi pendataan terhadap jaminan Kesehatan, serta memastikan seluruh warga disabilitas terdaftar dalam skema BPJS PBI. (2) Mengidentifikasi lebih lanjut hal-hal penting yang belum dimuat dalam Perda 18/2013, kemudian menyampaikan kepada DPRD secara resmi untuk rekomendasi revisi, (3) Menyiapkan konsep pendidikan inclusive di tingkat sekolah dasar dan menengah, termasuk hal-hal yang diperlukan agar Pendidikan dapat dikatakan inclusive. (4)Melakukan analisis secara mendalam berapa anggaran yang telah dialokasikan daerah untuk mendukung disabilitas. ***

ShareTweetSend

Info Terkait

Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah,  FITRA Riau Dorong Tata Kelola Transisi Energi Berkeadilan
Diskusi dan Lokakarya

Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah, FITRA Riau Dorong Tata Kelola Transisi Energi Berkeadilan

Maret 5, 2026
5
Koordinasi dan Sosialisasi Program Tata Kelola Sumber Daya Alam untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa–Desa Penghasil Migas di Kabupaten Bengkalis
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Sosialisasi Program Tata Kelola SDA untuk Kesejahteraan Desa Penghasil Migas di 3 desa kabupaten Bengkalis

Februari 12, 2026
10
FITRA Riau Bersama HWDI Riau Dorong Layanan Kesehatan Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas.
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau Bersama HWDI Riau Dorong Layanan Kesehatan Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas.

Februari 6, 2026
11
FITRA Riau–FISIP UNRI Bahas Tata Kelola Participating Interest Migas untuk Pengentasan Kemiskinan
Diskusi dan Lokakarya

FITRA Riau–FISIP UNRI Bahas Tata Kelola Participating Interest Migas untuk Pengentasan Kemiskinan

Februari 4, 2026
1
Next Post

Percepatan Implementasi Siak Hijau Melalui Pemanfaatan Sisa DBH DR Kabupaten Siak Tahun 2022

Diskusi dan Lokakarya

Gelar Diskusi, Fitra Tampung Gagasan Para Akademisi Untuk Kajian Pengetasan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan DBH-Migas

Maret 21, 2023
119

3 Desa Sekitar Sumur Migas di Bengkalis,“Ikuti Sosialisasi Pemanfaatan DBH Migas & Akuntabilitas CSR”

Maret 10, 2023
122

Disambut dengan hangat, Fitra sampaikan Sosialisasi Program di Desa Koto Tandun

Maret 10, 2023
30

Dua Desa di Kabupaten Pelalawan Menjadi Sasaran Program Optimalisasi DBH-Migas

Maret 9, 2023
127

Pemdes Bonai, Apresiasi FITRA adakan Sosialisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Migas dan Peningkatan Akuntabilitas Sosial “CSR” untuk penanggulangan kemiskinan.

Maret 8, 2023
47

Pendampingan

Penyambutan Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Masyarakat UNRI di FITRA Riau:

Mahasiswa Pendidikan Kemasyarakatan FKIP UNRI Magang di Fitra Riau:Perkuat Peran dalam Pembelajaran Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Februari 25, 2025
24

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNRI Magang di FITRA Riau: Mengasah Keterampilan dalam Memahami Tata Kelola Anggaran dan Transparansi Anggaran Publik.

Februari 24, 2025
75

Mahasiswa FKIP UNRI Rampungkan Magang di Fitra Riau, Siap Berkontribusi untuk Masyarakat

November 5, 2024
10

GELAR WORKSHOP, FITRA DAMPINGI DPMD DALAM PROSES VERIFIKASI PENILAIAN KINERJA DESA TAHUN 2024

Oktober 22, 2024
12

Fitra Riau memberikan Bantuan Pertanian Untuk peningkatkan Pemberdayaan Perempuan di Desa Bumbung

Oktober 27, 2023
40

Sekretariat Fitra Riau

Jl. Rw. Indah, Sidomulyo Bar., Kec. Tampan,
Kota Pekanbaru, Riau 28294

Hubungi Kami

Tertarik berkerjasama dengan kami hubungi kami:
No. Telepon: ………
Email: …………

Layanan Pengaduan

Jika menemukan masalah pelayanan publik, dugaan korupsi Hubungi Kami




© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Agenda Utama
    • Program
    • Donor dan Mitra
  • Kegiatan
    • Diskusi dan Lokakarya
    • Pendampingan
    • Penguatan Kapasitas
  • Publikasi
    • Policy Brief
    • Factsheet
    • Infografis
    • Buku dan Panduan
    • Laporan Penelitian
    • Laporan Tahunan
    • Laporan Keuangan
  • Media
    • Siaran Press
    • Fitra Riau diBerita
    • Podcast Anggaran Kita
    • Editorial dan Opini
    • Galeri
  • Layanan
    • Info Anggaran
    • BeLA-Anggaran
    • Digitalisasi Desa
    • Pengaduan Rujukan
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English

© 2023 Fitra Riau - Developed with 💙 by webee.