Mencegah Korupsi Melalui Basis Komunitas Masyarakat

Mencegah Korupsi Melalui Basis Komunitas Masyarakat

DSC_0349

Abdullah Dahlan (sebelah Kiri) Divisi Jaringan Anti Korupsi ICW menyampaikan pandangan pada sela Trainning Need Assesment (TNA) di Pekanbaru, tanggal 11-12 Agustus 2016

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Provinsi Riau bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengimplementasikan upaya pencegahan korupsi di indonesia yang di dukung oleh Deutsche Gesellschaftfuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui pemetaan CSO dan komunitas masyarakat yang perhatiannya konsen terhadap anti korupsi. Dukungan ini telah dimulai sejak tahun 2007, salah satu daerah prioritas KPK adalah Provinsi Riau mengingat trackrecord korupsi yang masih tinggi.

Kerjasama di bidang pencegahan korupsi tersebut, kini masuk dalam fase baru sampai dengan Desember tahun 2018. Tujuan kerjasama fase baru ini adalah bahwa KPK melaksanakan upaya-upaya pencegahan korupsi di sektor-sektor terpilih dan di tingkat daerah yang direncanakan dengan berkoordinasi dengan otoritas pemerintah lainnya dan Organisasi Masyarakat Sipil (CSO).

Salah satu indikator tercapainya tujuan tersebut adalah KPK telah menguji coba partisipasi CSO (utamanya yang mendorong hak perempuan) di 4 sektor pilot dalam bidang pencegahan korupsi. CSO merupakan elemen penting bagi suatu negara, tidak hanya sebagai pengawas jalannya pemerintahan tetapi yang lebih penting lagi ada sebagai mitra  pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berjalannya pemerintahan.

Saat ini KPK ingin merangkul lebih banyak lagi CSO, komunitas dan tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan korupsi. Namun demikian, bukan suatu rahasia lagi, jika ternyata banyak CSO yang dibentuk hanya karena alasan politis maupun yang menyalahgunakan fungsinya. Untuk itu, KPK dengan dukungan ICW, telah melakukan pemetaan CSO, komunitas dan tokoh masyarakat di 5 wilayah di Indonesia diantaranya Aceh, Bali, Banten, Sumatra Utara, dan Riau.

Lima (5) wilayah tersebut dipilih berdasarkan area prioritas KPK (pencegahan dan penindakan terintegrasi) dan juga merupakan wilayah sasaran festival anti korupsi berikutnya setelah Bandung (2016) dan Yogyakarta (2015),  tujuan dari kegiatan pemetaan ini adalah untuk dapat mengidentifikasi CSO, komunitas, dan tokoh masyarakat mana saja yang memiliki integritas yang baik, tema/isu apa yang menjadi perhatian masyarakat setempat yang dapat menjadi arah pendekatan pencegahan korupsi di sana.

Tujuan dilaksanakannya pemetaan komunitas dalam upaya pencegahan korupsi itu sendiri agar tersosialisasikannya program pencegahan korupsi yang dilakukan di tingkat pusat oleh KPK maupun CSO serta stakeholder lainnya dan terpetakannya kompetensi CSO dan komunitas yang ada di Riau dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia, serta terpetakannya kebutuhan peningkatan kapasitas CSO dan komunitas di Riau untuk dapat mengambil dan meningkatkan peranannya dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut proses pemetaan, CSO dan komunitas yang direkomendasikan dan dinilai berintegritas telah di tingkatkan kapasitasnya untuk mengambil peranan dalam program pencegahan korupsi melalui suatu pertemuan konsolidasi sekaligus Training Need Assessment (TNA) terhadap CSO dan komunitas yang ada di Riau yang diselnggarakan  pada tanggal 11-12 Agustus 2016 di hotel Pangeran Pekanbaru.

Dalam pelatihan selama dua hari tersebut disampaikan beberapa materi sebagai pengetahuan CSO dan komunitas terhadap upaya pencegahan korupsi diantaranya, program pencegahan korupsi KPK dan pemetaan peran, kepentingan dan partisipasi masyarakat. Kemudian pada hari kedua dilanjutkan dengan proses dan pelaksanaan Training Need Assessment dalam diskusi kelompok dan ditutup dengan presentasi hasil TNA dari peserta dan wawancara dengan narasumber.

Training itu sendiri sangat diharapkan guna memperkuat integritas CSO dan komunitas dalam upaya pencegahan korupsi di Riau, dan nantinya akan terus berkoordinasi guna meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi di Riau.

 

 

981 total views, 2 views today

Let's Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on LinkedIn
Share