Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Tambang Di Kabupaten Indragiri Hulu

Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Tambang Di Kabupaten Indragiri Hulu

IMG_20140915_153924Pelaksanaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Community Centre (CC) di Kabupaten Indragiri Hulu yang diselenggarakan pada Tanggal 15-17 september 2014, yang dilaksanakan oleh FITRA Riau sebagai anggota koalisi nasional Publish What You Pay  Indonesia didukung penuh oleh FORD FOUNDATION telah selesai dilaksanakan. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan Program Transparansi Penerimaan Industri Ekstraktif untuk Penanggulangan Kemiskinan. Antusiasme peserta terhadap pelatihan sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dari besarnya semangat mereka mengikuti pelatihan selama 3 hari tersebut. Ketertarikan mereka terhadap materi yang disampaikan juga tinggi, bahkan Ketua BPD Sungai Limau diluar forum berkomentar “ kami tidak menyangka desa kami sangat diperhatikan dalam program ini, biasanya selama ini desa kami selalu diabaikan”.

Ada yang menarik dari berjalannya pelatihan ini dimana pesertanya yang nota bene adalah masyarakat talang mamak (masyarakat asli Indragiri) ternyata adalah masyarakat yang menjunjung tinggi disiplin waktu. Mereka masuk kelas di pagi hari tepat waktu. Pada saat istirahat makan siang selesai, mereka juga masuk ke kelas dengan tepat waktu.

Materi pelatihan dimulai dengan pembahasan tentang Hak-hak Masyarakat Desa yang tentunya sangat berkaitan erat dengan hak-hak mereka sebagai masyarakat sekitar tambang. Pada masteri kedua tentang indentifikasi masalah dan kebutuhan desa, menurut Pak Barisan salah seorang peserta dari Desa Sungai Parit permasalahan mendasar desa Sungai Parit adalah tidak adanya keterbukaan dari pihak yang berwenang tentang berapa hasil tambang dari daerah kami.

Pada materi tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut Pak Inci, Kepala Desa Sungai Limau, beberapa informasi yang sangat ingin mereka ketahui selama perusahaan tambang berdiri di desa mereka sampai saat ini adalah Realisasi penerimaan migas, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Adapun alasanya adalah untuk mengetahui penggunaan alokasi dana bagi hasil migas. Disamping itu menurut Pak Inci, mereka sangat ingin mendapatkan informasi tentang Peraturan Daerah tentang alokasi dana perusahaan migas untuk desa/ retribusi desa.

Pelatihan diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Pada pembahasan RTL, anggota CC dari ketiga desa berencana untuk meminta informasi tentang besaran penerimaan dana bagi hasil migas yang diterima Kabupaten Indragiri Hulu selama beberapa tahun terakhir ini, selain itu mereka juga berencana untuk meminta informasi Rincian APBD terkait anggaran pembangunan di desa mereka masing-masing selama 2014 ini. Sdelain meminta informasi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, mereka berinisiatif untuk melakukan dialog dengan Pemerintah Daerah dan DPRD terkait keinginan mereka agar Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hulu memprioritaskan pembangunan di tiga desa sekitar tambang tersebut pada tahun anggaran 2015 mendatang agar kemiskinan yang selama ini terjadi bisa diatasi.

Pelatihan ini dihadiri oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam komunitas masyarakat Desa Sungai Limau, Desa Sungai Parit sebagai desa sekitar tambang migas (Blok Binio) di INHU, serta Desa Siambul sebagai desa sekitar tambang batubara (Riau Bara Harum). Selain itu pelatihan ini juga di ikuti oleh perwakilan dari Aliasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) INHU. Peserta pelatihan terdiri dari 28 orang dan empat orang di antaranya adalah perempuan. Diantara peserta pelatihan, ada juga kepala Desa Sungai Limau dan Kepala Desa Sungai Parit, serta ketua BPD Desa Sungai Limau kemudian kepala adat (Bathin dalam bahasa talang) Desa Sungai Limau dan Desa Sungai Parit.

Pelatihan ini di laksanakan di Hotel Miki Mutiara, Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu.Acara di mulai pada pukul 15-00 wib kemudian di lanjutkan overview oleh Usman sebagai coordinator FITRA Riau. Setelah itu dilanjutkan dengan perkenalan, kontrak belajar, tujuan dan harapan peserta yang di fasilitasi oleh Tarmizi sebagai fasilitator training.  Adapun rangkaian acara ini sampai selama tiga hari adalah:

  1. Hak-hak masyarakat desa (Undang-undang dan PP tentang Desa)
  2. Identifikasi masalah dan kebutuhan dalam pembangunan di desa
  3. Simulasi masalah dan kebutuhan dalam pembangunan di desa
  4. Keterbukaan informasi public dan simulasi uji akses informasi di badan public
  5. Langkah-langkah advokasi masalah dan kebutuhan pembangunan desa
  6. Simulasi Langkah-langkah advokasi masalah dan kebutuhan pembangunan desa
  7. Pengenalan Communty Centre
  8. Rencana Tindak lanjut

 

 

1,192 total views, 1 views today

Let's Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on LinkedIn
Share