Kelas Anggaran Untuk Perempuan; Analisis Anggaran Responsif Gender

Foto Fitra Riau; Staff Riset (Aksiza Utami Putri) menjelaskan alur kelas anggaran perempuan

Proses Kegiatan ;

Kelas angaraan di bagi dalam dua sesi, yaitu pertama fasilitator memberikan materi pengantar sebagai bahan diskusi dengan peserta, kemudian sesi kedua melakukan analisis dan identifikasi masalah dan identifikasi maslah dan program kegiatan dalam dokumen APBD dan memandu menganalisis dalam bentuk narasi.

Sesi I : Pengenalan tentang Perencanaan Pengganggaran Responsif Gender (PPRG)

Bahwa Isu-isu gender yang harus diperhatikan dalam tahapan perencanaan seperti kematian ibu dan anak melahirkan, imunisasi ibu hamil dan balita, fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, puskesdes dan posyandu, penyediaan obat-obatan, layanan BPJS terutama masyarakat kurang mampu/miskin, fasilitisasi kelompok penyandang disabilitas. Begitu juga, terhadap pendidikan belum adanya pemerataan layanan pendidikan terutama infrastruktur sekolah yang ada di desa-desa dan akses bagi siswa miskin belum sepenuhnya menerima program Indonesia pintar.

Partipasi perempuan dalam setiap tahapan penganggarang menjai penting, karna kelompok yang berhubungan langsung dengan permasalahan tersebut adalah kaum perempuan itu sendiri, selama ini banyak program kegiatan pemerintah yang dibuat tanpa mempertimbangkan isu-isu berkembang terkait pemberdayaan perempuan dan kelompok disabilitas.

Misalnya proporsionalitas anggaran harus ditetapkan berdasarkan tingkat masalah yang terjadi, di Provinsi Riau secara umum kebijakan anggaran menunjukan belum berpihak terhadap kepentingan masyarakat yang berdampak misalnya kelompok perempuan dan disabilitas.

Berdsarakan UU No. 8 Tahun 2016 dijelaskan bahwa anggaran pembentukan unit layanan disabilitas berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah. Peraturan daerah tentang pemberdayaan dan perlindungan hak-hak penyandang Disabilitas juga menjelaskan pembiyaan pemberdayaan dan perlindungan penyandang disabilitas dialokasikan dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota minimal 1% secara bertahap dari total belanja daerah setiap tahunnya.

Kebijakan yang dikeluarkan tersebut seharusnya menjadi acuan pemerintah dalam menyusun rencana kebijakan anggaran yang lebih responsif gender dan berihak terhadap kelompok marginal seperti disabilitas, orang tua/panti jumpo, masyarakat miskin dan sebaginya, agar kebijakan yang dibuat lebih berkeadilan dan dirasakan semua kalangan masyarakat.

Sesi II : Praktek Analisis Anggaran Responsif Gender

  • Peserta melakukan identifikasi isu-isu yang berkembang terkait permasalahan yang perempuan, diantarannya; kekerasan terhadap perempuan dan anak masih sering terjadi, Angka kematian ibu dan anak melahirkan cukup tinggi, hak penyandang disabilitas selalu terabaikan, akses kesehatan/BPJS belum merata.
  • Selanjutnya melakukan identifikasi satuan kerja pemerintah daerah yang berwenang menyelesaikan masalah tersebut serta melakukan identifikasi program kegiatan didalam dokumen APBD Provinsi Riau. Adapun OPD yang terkait dengan permaslahan tersebut diantaranya; Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Keluarga Berencana, dan Sekretariat Daerah.
  • adapun kegiatan dan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan yang berbasis gender sangat minim dan kegiatan yang dilakukan belum bersentuhan langsung dengan kelompok terdampak seperti perempuan dan kelompok dissabilitas.

Rencana Tindak Lanjut;

  • Peserta melakukan analisis lanjutan untuk finalisasi penulisan bahan policy brief terkait kebijakan anggaran responsif gender.
  • Peserta melakukan akses data ke pihak terkait untuk kesempurnaan penulisan policy brief, seperti data penduduk terpilah gender dan dan angka kematian ibu dan anak yang terupdate.
  • Peserta akan melakukan kampenye dan advokasi ke pemda untuk perbaikan kebijakan anggaran lebih responsif gender.

23 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Let's Share...Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someoneShare on LinkedIn
Posted in BelA - Anggaran, Bela Anggaran, Home, Kegiatan and tagged , .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *